RSS

Doktorat di Jerman: Menjadi Pekerja Ilmu Pengetahuan

05 Sep

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya membaca artikel saya yang sebelumnya mengenai sekolah ke Jerman. Tulisan ini saya susun berdasarkan pengalaman saya sendiri, yang sekarang sedang doktorat di Jerman dalam bidang Bioinformatika, di Universitas Leipzig. Adapun, berhubung saya mengambil S1 dan S2 di Indonesia, saya tidak bisa sharing banyak mengenai pengalaman S1 & S2 di jerman, berhubung saya tidak pernah mengikuti sistim perkuliahan Bachelor dan Master Jerman. Saya akan membahas beberapa poin penting mengenai hal ini.

Poin pertama. Latar Belakang pendidikan (S1 & S2) harus sesuai dengan bidang yang ingin dimasuki pada studi S3. Misalnya, jika ingin mengambil doktorat dalam bidang Bioinformatika, maka wajib memiliki dasar yang sangat kuat di bidang Biologi dan IT. Kualifikasi akademis, keilmuan, dan teknis yang kita miliki, harus sesuai dengan apa yang diminta oleh sang Profesor. Lebih jelasnya, bisa langsung hubungi kelompok riset yang kita minati beserta profesornya. Kirimkan CV dan proposal penelitian kita kepada profesor. Jika diminta, berikan juga copy ijazah dan transkrip. Sudah dipastikan, proposal yang kita buat akan dirombak lagi. Namun, inti dari pengiriman proposal ini lebih ditujukan supaya profesor memiliki gambaran yang jelas mengenai latar belakang pendidikan kita.

Poin kedua. Mengenai funding harus jelas dari awal. Apakah kita akan menggunakan beasiswa, atau disponsori oleh Profesor. Mengenai bagaimana mendapatkan beasiswa, dari sumber Jerman atau Indonesia, sudah dibahas di artikel sebelumnya. Jika kelompok riset tersebut memiliki funding, dan masih ada lowongan untuk funding seorang mahasiswa doktorat, maka kita bisa apply untuk itu.

Poin ketiga. Mengenai status matrikulasi. Syarat untuk lulus dari program doktorat, adalah harus terdaftar sebagai mahasiswa doktorat (Promotion Student). Secara prinsip, matrikulasi bisa dilakukan 6 bulan sebelum ujian akhir (Doktor Prufung). Namun, jika menjadi penerima beasiswa DAAD (DAAD Stipendien), wajib matrikulasi dari sejak semester pertama. Mengenai syarat lengkap matrikulasi, hubungi kantor internasional (Akademisches Auslandsamt) dari Universitas yang bersangkutan. Buka saja situs web dari kantor internasional, biasanya dicantumkan disana. Syarat utama yang dibutuhkan adalah rekomendasi dari profesor, dan beberapa dokumen lain seperti ijazah, toefl, dan lain lain.

Poin keempat. Sistim perkuliahan doktorat di Jerman. Satu hal penting yang harus dicatat, bahwa di tingkat doktorat, perkuliahan sama sekali tidak wajib untuk diikuti. Dalam ‘doktorprufung’, hanya ada satu penilaian, yaitu penilaian mengenai disertasi kita. Tidak ada nilai untuk kuliah. Jika ingin mengikuti kuliah atau praktikum level Bachelor atau Master, bisa saja, namun hubungi kordinator kuliah/praktikum tersebut. Hal itu tidak wajib, dan lebih untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan kita. Sekarang sudah mulai dikembangkan ‘taylor made system’, yaitu doktorat dengan sistim ala US, yang ada kuliahnya. Namun, walau demikian, penekanan utama tetaplah pada riset yang kita lakukan.

Poin kelima. Bekerja secara mandiri. Riset doktorat di Jerman harus dikerjakan secara mandiri, sebab tidak ada seorangpun yang mengawasi secara langsung pekerjaan kita. Memang, kita diwajibkan melaporkan pekerjaan kita secara periodik kepada asisten profesor (Biasanya scientific staff atau Pos doc). Namun, apa yang kita lakukan sehari-hari tidak akan pernah diawasi secara langsung. Setidaknya itu pengalaman saya di laboratorium Bioinformatika. Jika ada yang perlu ditanyakan sehubungan dengan riset kita, bisa langsung segera tanya kepada sesama mahasiswa doktorat, teknis, atau scientific staff secara langsung. Secara umum, kita tidak memberikan laporan atau bertanya mengenai hal-hal teknis kepada profesor. Namun, laporan tetap diberikan pada profesor setiap ada seminar kelompok riset atau departemen.

Sampai disini dulu. Akan saya lanjutkan kemudian. Ciao!.

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/17/doktorat-di-jerman-menjadi-pekerja-ilmu-pengetahuan/

Penulis adalah kandidat doktor di bidang Bioinformatika pada Departemen ilmu komputer, Universitas Leipzig dan kolumnis pada netsains.com, dan chem-is-try.org.

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2011 in Persiapan Studi ke Jerman

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: