RSS

Monumen Kejatuhan Sang Kaisar Eropa

26 Feb

Oleh Dinaroe

Tak terbantahkan lagi eropa merupakan benua yang tepat untuk dijadikan destinasi pelancongan bagi para wisatawan yang menyukai latar belakang cerita sejarah dan kerajaan-kerajaan kuno. Apalagi benua yang hampir didominasi oleh ribuan kastil dan monumen ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan kisah menarik di setiap jengkal sudut kotanya. Kisah Napoleon Bonaparte sebagai contohnya. Pada kesempatan kali ini saya akan mengajak anda untuk bercerita sedikit mengenai sang Kaisar Eropa yang termahsyur ini.

Siapapun pasti mengenal Napoleon, sang kaisar Perancis yang mengaklamasikan dirinya sebagai Kaisar Eropa pada abad ke XIX. Pria kelahiran Corsica ini pada awalnya hanyalah seorang perwira militer Perancis biasa yang kemudian menjelma menjadi seorang pemimpin politik yang melahirkan Revolusi Perancis, hingga akhirnya menjadi sang Kaisar Perancis ternama.

Meskipun banyak cerita sejarah yang menceritakan tentang keberhasilan Napoleon yang mampu mendominasi beberapa daerah di benua Eropa, namun mungkin belum banyak pihak yang mengetahui mengenai peristiwa kekalahan telak sang kaisar dikarenakan pembelotan pasukannya sendiri, di sebuah kota di timur Jerman pada tahun 1813 yang dikenal dengan sebutan Battle of Leipzig atau Battle of Nation.

Benar, di kota Leipzig yang terletak dalam negara federal saxony inilah sang kaisar Eropa harus meletakkan tahta kekuasaanya dan harus menyerah kalah pada pasukan koalisi yang dimotori oleh Prussia (Kerajaan Jerman masa lalu), Austria, Rusia dan Swedia. Peristiwa ini pula yang mengakibatkan Napoleon harus mengasingkan diri ke Elba, sebuah pulau di Tuscany, Italia yang berjarak 50 km di sebelah timur Corsica dan akhirnya menyebabkan negara Perancis diinvasi oleh pasukan sekutu pada tahun berikutnya.

Monument to the Battle of the Nations atau dalam bahasa Jermannya disebut Völkerschlachtdenkmal merupakan monumen peringatan untuk mengenang pertempuran antara lebih dari 500.000 prajurit yang berujung kepada gugurnya lebih dari 120.000 prajurit dari 6 bangsa yang ikut berperang. Pembangunan monumen terbesar di Jerman dan ketiga terbesar di Eropa ini mulai direncanakan semenjak tahun 1814 dan baru dapat diselesaikan pada tahun 1913 atau tepat 100 tahun setelah peperangan terjadi.

Bangunan yang hampir menyerupai bentuk candi di Indonesia ini memiliki ketinggian hampir 100 meter dengan luas dan lebar mencapai 125 meter, serta memiliki lebih dari 500 anak tangga untuk mencapai puncaknya. Pembangunan monumen ini sendiri berada tepat pada posisi dimana Napoleon Bonaparte pada saat itu memberikan perintah mundur kepada pasukannya dan menyatakan diri kalah perang terhadap Rusia dan Jerman serta pasukan koalisi lainnya yang disebut The Sixth Coalition.

Secara umum, kesan yang ditampilkan oleh monumen ini sangatlah unik dan berkesan mistis. Bukanlah keindahan yang ingin ditawarkan oleh bangunan ini, namun lebih kepada suatu bentuk yang mencerminkan kebesaran dan kedigdayaan. Monumen ini terlihat layaknya sebuah batu hitam besar yang menjulang tinggi diantara bangunan-bangunan di pusat perkotaan Leipzig, yang semakin menambah kesan megah dan mengangumkan dari monumen tersebut. Semakin mendekati bangunan ini, kita akan dapat melihat dan menemukan aspek-aspek estetika dan keindahan yang tersembunyi yang coba ditawarkan oleh tempat ini. Di sekitar monumen misalnya, kita dapat menemukan taman dan danau buatan yang dibangun tepat berada didepan pintu masuk utama bangunan dan dibentuk secara simetris dan bernilai estetis sekali.

Selain itu, Ruhmeshalle atau balai kuil dewa mencoba menawarkan tampilan ukiran dinding layaknya kuil para dewa yang memberikan kesan mengagumkan. Ruangan yang hampir tidak diterangi cahaya ini dipenuhi dengan batu-batu berukiran besar yang menampilkan figur yang melambangkan keberanian, kekuatan dan kesiapan rakyat Jerman untuk berkorban dan memiliki keyakinan teguh. Ditambah dengan atmosfir ruangannya yang suram dengan sedikit cahaya matahari yg dapat menerobos masuk, memberikan kesan efek radiasi yang sangat kuat yang terpancar dari sosok figur tersebut. Di sudut lain yang tidak kalah menariknya, berada tepat di puncak monumen yang hampir mencapai 100 m ini. Disini pengunjung dapat menikmati indahnya suasana kota Leipzig dan lingkungan sub urban disekitarnya, yang menampilkan nuansa keteraturan layaknya kota-kota di eropa pada umumnya.

Bukan hanya Napoleon saja yang memiliki kaitan dengan monumen ini, Adolf Hitler pada masa kepemimpinannya (Third Reich) juga memanfaatkan kemegahan bangunan ini untuk menunjukkan kekuatannya dan juga menjadikan tempat ini sebagai salah satu markas tempat pertemuannya bersama para perwira militer tinggi SS di Leipzig, yang dulunya merupakan kota penting setelah Berlin pada masa pendudukan Nazi. Saat ini, bangunan ini lebih dikenal sebagai monumen Jerman bersatu (German Union) dan monumen persahabatan Jerman – Rusia (Russo -German Brotherhood in arms atau Deutsch-Russische Waffenbrüderschaft).

Tentu bagi seorang pecinta sejarah, ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi dan layak untuk dimasukkan kedalam „list to do“ selain beberapa tempat bersejarah di bekas Jerman timur lainnya. Ditambah lagi dengan murahnya biaya kunjungan ke monumen ini yang hanya sebesar 2 Euro (Rp. 25.000) saja dan lokasinya yang berada tepat di sebelah timur pusat kota Leipzig, semakin membuat perjalanan wisata sejarah ini semakin menarik dan menyenangkan.

Sumber gambar: http://leipzigst.de/post/3379850880/voelkerschlachtdenkmal-leipzig

Dinaroe adalah mahasiswa master SEPT program Universitas Leipzig

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2012 in Pengalaman

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: